Tujuan rumah sakit sayang bayi
1. Mengupayakan penurunan angka kematian neonatus, dengan jalan meningkatkan antenatal care dalam arti luas.
2. Memberikan pertolongan persalinan demi well born baby. Untuk Menurunkan angka kematian neonatus, penggunaan ASI ditingkatkan. Hal ini sesuai dengan anjuran Bapak Soeharto tanggal 22 Desember 1990. Pemberian asi merupakan titik awal peningkatan peranan perempuan sebagai seorang ibu sejati.
Konsep rooming in adalah konsep tradisional yang untuk sementara waktu ditinggalkan karena reklame susu formula. Konsep ini mempunyai keuntungan yang sangat besar, seperti:
1. Meningkatkan kemampuan perawatan bayi secara mandiri oleh ibu.
2. Dapat memberikan ASI setiap saat.
3. Dapat meningkatkan kasih sayang ibu pada bayi.
4. Mengurangi infeksi, terurama diare oleh karena pemberian kolostrum.
5. Mengurangi kehilangan panas badan bayi sehingga daya tahan tubuh meningkat.
6. Mencegah kehamilan dalam waktu 4 bulan pertama dengan pemberian ASI .
7. Menurunkan morbiditas dan mortalitas neonatus.
Untuk dapat mencapai well born baby diperlukan berbagai langkah penting pada semua jalur pelayanan obstetri sampai pada Posyandu sebagai landasan perinatologi sosial:
1. Meningkatkan antenatal care.
2. Memperhatikan dan Meningkatkan gizi ibu hamil.
3. Imunisasi ibu hamil dengan vaksin tetanus.
4. Meningkatkan penerimaan KB.
5. Mengupayakan persalinan adekuat dan legeartis, seperti spontan B, outlet Fe, vakum ekstraksi,serta seksio sesarea.
6. Meningkatkan kerja sama dan pendidikan dukun beranak.
Diharapkan gagasan well born baby, dan bukan sekedar live born baby, dapat tercapai agar kualitas generasi bangsa Meningkat. Saat ini, pemberian air susu ibu di indonesia merupakan proyek national yang dicanangkan oleh Bapak Soeharto. Dasar pemberian ASI adalah kebutuhan bayinya sendiri. Di samping itu, ternyata pemberian ASI secara on call sangat menguntungkan bayi dan ibunya sendiri, dibandingkan pemberian ASI berjadwal.
10 Langkah Menuju Rumah Sakit Sayang Bayi
1. Mempunyai kebijakan tertulis tentang menyusui yang secara rutin disampaikan kepada semua staff pelayanan kesehatan.
2. Mengajarkan keterampilan yang diperlukan untuk menerapkan dan melaksanakan kebijakan tersebut kepada semua staf pelayanan kesehatan.
3. Menjelaskan manfaat dan penatalaksanaan menyusui kepada seluruh ibu hamil.
4. Membantu ibu untuk mulai menyusui bayinya dalam waktu 30 menit setelah melahirkan.
5. Memperlihatkan kepada ibu bagaimana cara menyusui dan cara mempertahankannya pada saat ibu harus berpisah dengan bayinya.
6. Tidak memberikan makanan atau minuman apa pun selain ASI kepada bayi baru lahir kecuali ada indikasi medis.
7. Melaksanakan rawat gabung dengan mengizinkan ibu dan anak untuk selalu bersama selama 24 jam.
8. Mendukung ibu agar dapat memberi ASI sesuai dengan keinginan dan kebutuhan bayi.
9. Tidak Memberikan dot atau empeng kepada bayi yang menyusui.
10. Membentuk kelompok pendukung menyusui dan menganjurkan ibu yang pulang dari rumah sakit atau klinik untuk selalu berhubungan dengan kelompok tersebut.
Pustaka
Pengantar Kuliah Obstetri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar